Aksi terroris kembali terjadi di Ibukota 14 Januari 2016

    0
    177


    Bom dan baku tembak di Sarinah Thamrin, Jakarta 14 Januari 2016

    tewas-pos-polisi-jakarta-2

    Hari ini 14 Januari 2016 di Jakarta kembali terjadi tragedi yang memilukan dan terkutuk, teroris kembali menyerang dengan serangkai ledakan bom di Jl Thamrin . Ledakan terjadi pada pukul 10.30 – 11.00 WIB yang dikabarkan terjadi sebanyak 6-7 kali. Kami mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga dan kerabat para korban. Sampai dengan jam 12.30 WIB belum di ketahui jelasnya korban . Dan jumlah teroris yang di informasikan berwatakan besar tidak seperti warga Indonesia dan berjumlah belasan.

    Akan tetapi ada beberapa hal yang menjadi sorotan saya, dan pada hal ini artikel di website akan berupa ungkapan dari seorang warga negara Indonesia yang prihatin akan situasi di Ibu Pertiwi tercinta.

    Berita di media yang “vulgar”

    Dengan perkembangan jaman, banyak orang tua yang memberikan perangkat gadget kepada anak-anaknya untuk mengisi waktu luang. Tidak banyak di ibukota anak kecil bermain internet dengan gadget untuk browsing internet mencari cartoon kesukaan mereka ataupun game. Akan tetapi banyak sekali situs berita yang menampilkan gambar korban bom tanpa di sensor, yang sangat “graphic” bahkan untuk orang dewasa pun sangat ngilu melihat kondisi jasad di foto.

    Tolong donk mas, non, bapak, ibu yang bekerja di media maupun TV , cetak atau media online untuk menyunting gambar sebelum di tayangkan.

    Kondisi ekonomi yang baru menanjak naik bisa terguncang kembali

    Setelah selama 2 tahun kita melihat kondisi ekonomi Indonesia yang tidak menentu, pertumbuhan ekonomi yang sangat minim karena kondisi politik dan ekonomi dunia pada tahun 2014-2015. Baru saja kita merasakan keadaan ekonomi yang mulai membaik dalam waktu 1 – 2 bulan terakhir. Namun kembali terjadi musibah yang bisa menghambat perkembangan ekonomi di tahun ini. Kapan ya bisa hidup tenang damai dalam kondisi negara yang harmonis dan stabil 🙁 .

    Banyak pihak yang mau mengadu domba dan memecah belah negara kita dengan ingin membuat ” tragedi Paris ”  berikutnya.  Bisa jadi ini adalah teroris dari luar negri ataupun “master minded” oleh sebuah organisasi di luar negri. Karena dimana sebuah negara “multi cultural” dimana banyak suku , maupun pribumi ataupun immigrant pasti akan lebih lebih kena efek dari suatu serangan teror. Dalam pendapat saya terutama di Indonesia yang dimana taktik “adu domba” peninggalan kompeni masih secara tidak disadari turun temurun tertanam di dalam pikiran dan keseharian sebagian orang.

    Saya sebagai seorang warga negara Indonesia hanya bisa menyaksikan dan berdoa semoga tragedi ini tidak memecah belah negara , tetapi menjadi satu pengalaman yang bisa membuat negara ini lebih bersatu dan kuat.

    *note : mari kita lihat berapa banyak orang di Indonesia / dunia yang pasang ” PRAY FOR JAKARTA” dalam pp sosmed mereka :p , atau mungkin anda termasuk orang yang menentang mempromosikan aksi teroris  karena media exposure itu yang mereka inginkan?

    #curcol

    Post Populer:

    NO COMMENTS

    LEAVE A REPLY